Jerawat merupakan masalah kulit paling umum yang dialami hampir setiap orang. Jerawat bukan hanya merusak penampilan, akan tetapi secara potensial dapat memicu krisis percaya diri bagi para penderitanya. Memahami penyebab jerawat merupakan langkah terbaik guna menemukan cara mengobati jerawat yang paling tepat bagi Anda. Mengenali penyebab jerawat juga akan mempermudah Anda dalam mencegah jerawat.

Berikut delapan daftar penyebab munculnya jerawat yang perlu Anda ketahui. Hal-hal yang tercantum di dalam daftar mungkin secara tidak langsung menjadi penyebab jerawat, namun dapat mengakibatkan makin parahnya kondisi jerawat.

Faktor Penyebab Jerawat

1. Hormonal

Jerawat disebabkan oleh kelebihan minyak yang seharusnya dikeluarkan oleh pori-pori kulit, tersumbat oleh folikel rambut, kulit mati, dan kotoran lainnya. Pada saat kelenjar sebaceous (kelenjar yang menghasilkan minyak pada kulit) dirangsang oleh hormon androgen, kelenjar ini akan masuk ke mode hiper dan mulai memproduksi minyak berlebih (sebum). Apabila kelebihan minyak ini tidak dapat dikeluarkan akan mengakibatkan jerawat.

Daerah-daerah yang memiliki konsentrasi tertinggi kelenjar sebaceous adalah wajah, leher, dada, punggung atas, bahu dan lengan. Maka tidak mengherankan jika jerawat lebih rentan tumbuh pada area-area itu. Remaja pada masa pubertas juga rentan terhadap serangan jerawat karena tingkat hormon mereka mengalami perubahan sangat drastis, termasuk peningkatan hormon androgen.

2.  Obat-obatan

Beberapa obat yang mengandung obat seperti Bromida, Lithium, Kortikosteroid, dan lain-lain terbukti merangsang tumbuhnya jerawat. Penggunaan steroid yang tidak tepat, terutama steroid anabolik dapat menyebabkan jerawat karena merangsang kelenjar sebaceous. Oleh karenanya, jangan mengambil obat-obatan yang mengandung bahan tersebut ketika mengobati jerawat.

3. Stres

Saat Anda dalam tekanan psikologis atau stres, tubuh akan lebih banyak menghasilkan hormon androgenic yang memicu tumbuhnya jerawat. Maka tidak mengherankan jika Anda dalam kondisi stres, jerawat akan tumbuh dalam jumlah yang jauh lebih banyak.

Baca juga  Tips Memilih Produk Perawatan Kulit Berjerawat Terbaik

4. Makanan Penyebab Jerawat

Sementara penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi langsung antara makan makanan berminyak, diet yang tinggi dalam manis, dan makanan olahan sebagai penyebab pasti timbulnya jerawat. Namun, pola konsumsi diet tinggi dalam minyak, lemak, dan gula dapat mengganggu keseimbangan hormon Anda. Terganggunya keseimbangan hormon inilah yang dapat memicu semakin parahnya jerawat yang Anda alami.

5. Make Up

Make up terlampau berat dan make up berminyak dapat menjadi penyebab jerawat karena dengan tersumbatnya pori-pori kulit, kotoran dalam pori-pori kulit tidak bisa keluar dan kemudian bercampur bakteri sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan tumbuhnya jerawat. Pelembab atau kosmetik yang mempunyai kandungan lebih dari satu bahan kimia seperti minyak nabati, alkohol, petrolatum dan asam kontribusinya sangat besar bagi berkembanganya jerawat.

6. Penanganan kulit berjerawat secara kasar

Penangan kulit berjerawat yang kasar bisa menjadi penyebab jerawat makin parah. Scrubbing, memilin, meremas, memencet, menusuk, dan berbagai cara kasar lainnya –dalam menangani kulit berjerawat– tidak akan membersihkan jerawat tetapi justeru semakin memperparahnya. Hindari memilin dan memencet jerawat karena infeksi dapat dengan mudah masuk ke jaringan kulit yang lebih dalam. Selain itu, tindakan itu dapat menyebabkan jaringan parut, dimana bekas jerawatnya susah dihilangkan.

7. Faktor Keturunan

Penyebab jerawat juga berasal dari faktor keturunan atau diwariskan. Seorang anak yang orang tuanya memiliki jerawat, lebih rentan terserang jerawat. Beberapa jerawat serius seperti jerawat Cystic memang berasal dari faktor keturunan.

8. Faktor Lingkungan

Pencemaran, kelembaban, dan matahari dapat mempengaruhi proses tumbuhnya jerawat. Pencemaran lingkungan menyebabkan penyumbatan pori-pori kulit sehingga mempercepat proses terbentuknya jerawat. Kelembaban tinggi juga dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan kulit. Sementara sinar matahari membuat kulit semakin menebal. Penebalan ini menyebabkan pori-pori tersumbat yang dapat menimbulkan jerawat.